13 Agustus 1999  ·  13 Agustus 2026

27 Tahun

Selamat Ulang Tahun,
YCAB Foundation

Yayasan Cinta Anak Bangsa

“Child by Child We Build Our World”

Dua puluh tujuh tahun menjaga satu keyakinan yang sederhana: tidak ada satu pun anak yang boleh ditinggalkan.

Sebuah Ucapan

Dua puluh tujuh tahun bukan sekadar angka.

Pada 13 Agustus 1999, ketika Indonesia baru saja melewati tahun-tahun paling sulitnya, sebuah yayasan kecil lahir di Jakarta dengan gagasan yang saat itu terdengar terlalu berani: bahwa rantai kemiskinan bisa diputus — bukan dengan belas kasihan, melainkan dengan pendidikan.

Dua puluh tujuh tahun kemudian, gagasan itu sudah menyentuh lebih dari lima juta hidup.

Tapi yang paling layak dipuji bukan hanya angkanya. Melainkan caranya. YCAB memilih jalan yang jauh lebih sulit daripada sekadar menerima donasi: membangun unit usaha dan koperasi sendiri, agar biaya operasional ditanggung oleh kerja — bukan oleh kebaikan hati orang lain. Sebuah yayasan yang menolak untuk bergantung: itu bukan hal kecil.

Dan di tengah semua pertumbuhan itu, YCAB tetap konsisten memandang mereka yang paling mudah dilupakan. Anak yang berada di ujung putus sekolah. Ibu yang tidak punya akses ke modal sepeser pun. Pengrajin batik tunanetra di Bojong Bata. Remaja difabel yang ingin belajar mengatur uangnya sendiri.

Dunia sudah lebih dulu mengakuinya — dari Jenewa sampai Davos. Tapi hari ini kami hanya ingin mengatakan dua hal yang jauh lebih sederhana: terima kasih, dan selamat.

Angka yang Berbicara

Tidak terkumpul dalam satu malam, tapi dalam dua puluh tujuh tahun.

0juta+

anak muda menerima pelatihan soft-skill

0

melanjutkan ke pendidikan tinggi

±0

perempuan dijangkau ultra-microfinance

0%

klien dengan anak usia sekolah merasa mampu membiayai kuliah anaknya

Rp0triliun

dana sosial berhasil dimobilisasi

0juta+

penerima manfaat secara kumulatif

Angka dikutip dari materi publik YCAB Foundation.

Perjalanan

Enam penanda dari jalan yang panjang.

  1. 1999

    Semuanya dimulai

    YCAB berdiri di Jakarta pada 13 Agustus, didirikan oleh Veronica Colondam. Langkah pertamanya bernama HeLP — melindungi anak muda dari narkoba dan HIV/AIDS, sebelum mereka kehilangan masa depan yang belum sempat dimulai.

  2. 2016

    Diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa

    YCAB memperoleh UN ECOSOC General Consultative Status — tingkat konsultatif tertinggi yang bisa diberikan kepada sebuah organisasi masyarakat sipil. Sangat sedikit yayasan Indonesia yang pernah mencapainya.

  3. 2020

    Masuk 100 besar dunia

    Peringkat #32 dunia dalam Top 100 Social Good Organizations (TheDotGood / NGO Advisor) — berdiri sejajar dengan organisasi yang jauh lebih besar dan jauh lebih lama berdiri.

  4. 2021

    Terus menanjak

    Naik ke #29 dunia. Bukan lompatan yang dramatis — justru itu maknanya: yang naik pelan-pelan dan konsisten biasanya yang paling sulit dijatuhkan.

  5. 2024

    #28 di dunia

    Peringkat tertinggi sepanjang sejarah YCAB. Dari sebuah ruang kerja di Jakarta Barat, menjadi salah satu dari tiga puluh organisasi sosial paling berpengaruh di planet ini.

  6. 2026

    Hari ini

    Lebih dari lima juta penerima manfaat. ANDAL bersama Citi Foundation, Anak Bangsa Siap Berkarya bersama HSBC, JADIPro untuk para guru vokasi, Girls4Tech bersama Mastercard, dan Pejuang Anak Bangsa di Rumah Belajar Batik Bojong Bata — semuanya berjalan bersamaan.

Tiga Pilar

Satu masalah, dilihat dari tiga sisi sekaligus.

HeLP

Menjaga

Healthy Lifestyle Promotion. Mencegah anak muda terjerat narkoba dan HIV/AIDS. Pilar pertama, dan pilar yang mengajarkan bahwa mencegah selalu lebih murah daripada memperbaiki.

HoLD

Mengajar

House of Learning and Development. Rumah Belajar: pendidikan yang benar-benar terjangkau, literasi digital, dan bahasa Inggris — tiga kunci yang membuka pintu-pintu yang tadinya tertutup.

HOpE

Memberdayakan

Hands-on Operation for Entrepreneurship. Modal usaha ultra-mikro untuk ibu berpenghasilan rendah — dengan satu syarat yang mengubah segalanya.

Pinjaman diberikan kepada ibu, dengan satu syarat: anaknya tidak boleh putus sekolah.
Dalam satu kalimat, kemiskinan dan pendidikan diikat menjadi satu simpul yang saling menguatkan. Ibunya berdaya, anaknya tetap belajar, dan generasi berikutnya memulai dari titik yang lebih tinggi. Inilah desain intervensi sosial yang paling elegan — dan YCAB sudah menjalankannya bertahun-tahun sebelum dunia sempat memberinya nama.

Diakui Dunia

Dari Kedoya Utara, ke seluruh dunia.

Sejak 2016

UN ECOSOC

General Consultative Status di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB — hak untuk ikut bersuara dalam pembahasan agenda pembangunan global.

2024

#28 Dunia

Top 100 Social Good Organizations, TheDotGood. Naik konsisten dari #32 (2020) dan #29 (2021) — tren yang jauh lebih meyakinkan daripada satu tahun yang bagus.

Amerika Serikat

501(c)(3)

YCAB International, Inc. berdiri di Atlanta, Georgia — membuat donasi dari wajib pajak Amerika Serikat dapat dikurangkan dari pajak. Sebuah jembatan yang dibangun sendiri, bukan diberikan.

Mereka yang berjalan bersama

HSBC Citi Foundation Mastercard Bain & Company World Economic Forum Schwab Foundation AVPN AmCham Benevity Bali United

Yang sedang berjalan hari ini

ANDAL Anak Bangsa Siap Berkarya JADIPro Pejuang Anak Bangsa Girls4Tech & STEM YCAB Group Scholarship Shop to Impact Digital Job Fair Center of Change Grantmaking Rumah Belajar YCAB Ventures

Doa & Harapan

Untuk jalan yang masih panjang di depan.

  • Semoga langkah YCAB semakin panjang dan jangkauannya semakin jauh — sampai ke desa-desa yang namanya belum pernah masuk berita.
  • Semoga setiap anak yang hari ini duduk di Rumah Belajar, suatu hari kembali ke sana sebagai orang yang mengajar.
  • Semoga setiap ibu yang menerima modal dari YCAB berkesempatan melihat anaknya berdiri memakai toga.
  • Dan semoga YCAB selalu diberi kekuatan, kesehatan, serta sahabat-sahabat yang tepat — untuk terus melaju.

Terus melaju,
YCAB.

Anak demi anak, dunia itu benar-benar sedang bangun oleh tim yang solid.

Dengan bangga dan penuh kasih, Banyak Selamat, dari :

Ruland Kolondam Rantung

13 Agustus 2026

“Child by Child We Build Our World”